2026-06-10 HaiPress

JAKARTA, iDoPress - Bagi sebagian orang, tikus dan kecoak adalah hewan yang menjijikkan. Namun bagi Satria (29), kedua hama tersebut justru menjadi sumber penghasilan yang mampu menghidupi keluarga hingga membangun rumah.
Pria asal Depok, Jawa Barat, itu kini menjalankan usaha jasa pengendalian hama atau pest control yang melayani rumah, apartemen, restoran, hotel, hingga gedung perkantoran.
Dari usaha yang dirintisnya sejak 2023, Satria mengaku mampu membukukan omzet antara Rp 30 juta hingga Rp 50 juta setiap bulan.
"Margin bersih yang bisa saya pegang sekitar Rp 20 jutaan rupiah per bulan," kata Satria saat ditemui iDoPress di Depok, Senin (8/6/2026).
Satria mengaku tidak pernah membayangkan akan berkarier di bidang pest control. Bahkan hingga kini, ia masih merasa geli saat harus berhadapan dengan kecoak.
Namun kondisi ekonomi dan sulitnya mendapatkan pekerjaan setelah lulus SMA membuatnya menerima pekerjaan tersebut pada 2017.
"Sebenarnya sampai sekarang saya masih merasa geli dengan kecoak. Tetapi, karena tuntutan ekonomi dan nasihat dari orang tua saya untuk menekuni pekerjaan apa pun yang ada, akhirnya saya jalani," ujarnya.
Saat itu, ia melamar pekerjaan ke berbagai perusahaan secara acak hingga akhirnya diterima sebagai petugas pest control.
Selama bertahun-tahun bekerja, Satria berpindah di beberapa perusahaan untuk menambah pengalaman dan memperluas keterampilan di bidang pengendalian hama.
Keseriusannya menekuni profesi tersebut membawanya mengikuti pelatihan hingga memperoleh sertifikasi petugas pest control dari Kementerian Kesehatan.
Ia juga pernah meraih prestasi dalam kompetisi pest control tingkat Provinsi Jakarta.
Setelah mengumpulkan pengalaman dan tabungan, Satria memutuskan mendirikan usaha sendiri pada 2023.
Ia menginvestasikan sekitar Rp 20 juta untuk membeli berbagai peralatan kerja, mulai dari mesin fogging, mesin ULV untuk pengembunan, hingga alat penyemprotan antirayap. Usaha tersebut diberi nama Captun Pest Control.
Menurut Satria, nama itu terinspirasi dari almamaternya, SMAN 10 Jakarta, yang menjadi tempat ia bertemu dengan istrinya.
Dalam membangun usaha, ia juga mendapat dukungan dari rekan-rekan alumni yang membantu pembuatan logo hingga situs web perusahaan.