2026-06-26 HaiPress

JAKARTA, iDoPress- Sekelompok warga negara Somalia dan Afghanistan berkumpul di pintu belakang kantor United Nations High Commissioner For Refugees (UNHCR) di Jalan Setiabudi Selatan, Kuningan, Setiabudi, Jakarta Selatan, Jumat (26/6/2026).
Mereka mengokupasi trotoar dengan menggelar karpet. Baju-baju digantung ke dinding.
Sementara tembok gedung itu dipasangkan gulungan kawat di atasnya. Beberapa petugas keamanan berjaga di sana sambil berbincang dengan para pengungsi.
Salah satu pengungsi, Ayub (19), mengaku mereka sudah tak punya tempat tinggal lagi.
WN Somalia itu bersama keluarganya dibawa ke Indonesia dengan dijanjikan tempat yang aman.
Saat itu mereka memang sempat diberikan uang untuk menyambung hidup, termasuk menyewa rumah di Ciputat, Tangerang Selatan.
“Sebelumnya kami tinggal di Ciputat. Sekarang pindah ke sini karena pemilik rumahnya bilang, ‘Ayub, kalau kamu enggak bisa bayar uang sewa tepat waktu tiap bulan, tolong pergi dari rumah saya'.Jadi saya bilang ‘Oke, saya pergi,’” jelas Ayub saat ditemui di lokasi, Jumat.
Dia belajar bahasa Indonesia dari teman yang dia kenal di sana. Meski tak begitu fasih, Ayub masih bisa mengerti setiap perkataan yang disampaikan dalam bahasa Indonesia.
Kata Ayub, uang yang diberikan UNHCR tak diberikan secara rutin.
Oleh karena itu, mereka tak bisa membayar uang sewa rumah maupun menghidupi keluarga besarnya.
“Mereka kasih Rp 3 juta untuk dua bulan untuk keluarga tujuh anggota. Terus dihentikan selama lima bulan. Setelah itu dikasih lagi dua bulan, terus dihentikan lagi. Sampai akhirnya homeless seperti sekarang,” tutur dia.
Selama satu tahun setengah Ayub transit di Jakarta sebelum berpindah ke negara ketiga, dia tak punya penghasilan apapun.
Mereka tak bisa mendaftar pekerjaan. Mereka juga tak bisa menempuh pendidikan.
Maka dari itu, yang bisa mereka lakukan saat ini adalah memprotes haknya kepada UNHCR.
“Mereka (UNHCR) enggak ngasih kami kartu identitas untuk bisa bekerja di Indonesia. Terus juga kalau kami cari pendidikan berkualitas pun kami enggak bisa bayar, biayanya mahal. Mereka suruh bayar sendiri,” kata dia.
Ayub berharap mereka diberikan kesempatan untuk menempuh pendidikan formal dan bekerja di Indonesia sebelum pindah ke negara tujuan.
Sementara itu, Kepala Seksi Informasi dan Komunikasi Keimigrasian Jakarta Selatan, Ryan Kasim, pihak imigrasi telah berkoordinasi untuk mengambil tindak lanjut untuk para pengungsi ini.
“Dari kantor imigrasi sudah berkordinasi dengan satgas penanganan pengungsi dari pemerintah setempat untuk mengambil langkah selanjutnya,” kata Ryan saat dihubungi iDoPress melalui pesan singkat, Jumat.
iDoPress berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung iDoPress Plus sekarang