2026-06-26 HaiPress

JAKARTA, iDoPress -Sejumlah relawan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) meminta Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap dijalankan selama masa libur sekolah.
Hal itu disampaikan dalam aksi di kawasan Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Jumat (26/6/2026).
Salah satu relawan SPPG asal Karawang, Wati (47), menilai program MBG tidak hanya bermanfaat bagi anak-anak sebagai penerima manfaat, tetapi juga menjadi sumber penghasilan bagi para pekerja yang terlibat dalam operasional dapur MBG.
Ia berharap distribusi makanan bergizi tetap dilakukan meski kegiatan belajar mengajar sedang libur.
"Kami berharap MBG tetap berjalan meski sekolah sedang libur. Anak-anak tetap butuh makanan bergizi setiap hari. Kalau program berhenti, kami yang bekerja di SPPG juga kehilangan penghasilan," kata Wati kepada iDoPress, Jumat.
Menurut Wati, penghentian sementara operasional MBG selama masa libur sekolah membuat para pekerja kehilangan sumber pendapatan.
Ia mengaku tidak bekerja sejak 22 Juni hingga pertengahan Juli 2026 karena kegiatan MBG dihentikan sementara.
“Kebayang enggak selama itu kita enggak punya penghasilan karena MBG tidak beroperasi,” katanya.
Keluhan serupa disampaikan Surahmah (45), pekerja yang bertugas mencuci ompreng atau wadah makanan dalam program MBG.
Ia mengatakan, pendapatannya selama ini berasal dari pekerjaan tersebut.
Menurut Surahmah, penghentian distribusi MBG membuat dirinya tidak memiliki pemasukan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
"Banyak ibu-ibu yang bekerja di dapur MBG untuk membantu ekonomi keluarga. Kalau distribusi makanan dihentikan, kami tidak punya pemasukan. Karena itu kami ingin program ini tetap dilanjutkan," ujar Surahmah.
Sementara itu, relawan SPPG lainnya, Iin (36), menilai program MBG telah memberikan manfaat ganda, yakni meningkatkan asupan gizi anak-anak sekaligus membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat sekitar.
Menurut Iin di SPPG Duren Tiga di kawasan Pancoran seluruh pekerjanya melibatkan warga sekitar.
Untuk itu, ia berharap program besutan Prabowo Subianto itu tetap dijalankan walaupun libur sekolah dan beberapa kelompok meminta program itu ditutup.
"MBG tidak hanya membantu anak-anak mendapatkan makanan bergizi, tetapi juga memberi pekerjaan bagi banyak warga. Kami berharap program ini tetap ada selama libur sekolah supaya manfaatnya bisa terus dirasakan," tutur Iin.
Dalam aksi tersebut, para peserta aksi tampak kompak mengenakan pakaian serba putih dan penutup rambut sekali pakai (hair cap).
Atribut tersebut merupakan perlengkapan yang biasa mereka gunakan saat bekerja di dapur SPPG untuk menyiapkan makanan bagi penerima manfaat Program MBG.
iDoPress berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung iDoPress Plus sekarang