2026-06-26 HaiPress

JAKARTA, iDoPress - Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Jenderal (Purn) Dudung Abdurachman menerima perwakilan massa aksi dari Aliansi Masyarakat Cinta Indonesia yang mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Kepada Dudung, perwakilan massa tersebut mengaku terdampak ekonominya karena dapur MBG atau SPPG ditutup selama libur sekolah.
"Ada tiga hal tadi dari Mas Jeffrey ya, bahwa yang pertama dengan ditutupnya dapur selama libur sekolah, ini tentunya berdampak kepada penyelenggara, terutama relawan ya, karena memang sangat menggantungkan ekonominya dari MBG itu sendiri," ujar Dudung di Istana, Jakarta, Jumat (26/6/2026).
"Yang kedua, dampak dari UMKM yang sekarang mencuat bahwa BGN selama libur sekolah itu ditutup, kemudian harga-harga menjadi murah, padahal dari pihak Aliansi menyampaikan justru karena tidak ada yang beli bahan-bahan baku itu sendiri," sambung dia.
Lalu, yang ketiga adalah berkenaan dengan moratorium.
Dudung memaparkan, dari pembangunan 27.000 dapur, 15.000 di antaranya sudah selesai.
Sedangkan dapur yang ada di wilayah 3T jumlahnya mencapai 1.200.
"Ini kontraknya sudah berjalan, kemudian surat keputusannya sudah terima, dan bahkan sudah dijadikan jaminan ke bank, tapi realisasinya belum dilaksanakan," jelas Dudung.
Dudung menegaskan, pemerintah tetap berkomitmen penuh terhadap keberlanjutan program MBG.
Dia menyebut pemerintah sedang memperkuat tata kelola agar pelaksanaan MBG semakin efektif, akuntabel, dan berkelanjutan.
"Kami memahami bahwa implementasi surat edaran tersebut menimbulkan berbagai perhatian dari masyarakat maupun para mitra penyelenggara. Masukan tersebut menjadi bagian penting dalam proses penyempurnaan kebijakan," kata Dudung.
"Beberapa hal tadi yang disampaikan oleh rekan-rekan relawan, tentunya ini sebagai bahan bagi kami untuk menyampaikan secara langsung kepada BGN agar ditentukan kebijakan-kebijakan lebih lanjut, sehingga nantinya tidak berdampak buruk kepada pihak penyelenggara maupun relawan," imbuh dia.
Dudung mengingatkan bahwa libur sekolah dimanfaatkan oleh BGN untuk melakukan refocusing terhadap penerima manfaat MBG, supaya semakin tepat sasaran.
Tidak hanya itu, BGN juga ingin memberikan dampak gizi yang lebih optimal kepada kelompok prioritas, sekaligus memastikan penggunaan APBN semakin efektif dan efisien.
"Kemudian bagi pemerintah, program MBG tidak hanya berbicara mengenai penyediaan makanan berdiri, program ini telah menjadi bagian dari pembangunan ekosistem nasional yang melibatkan petani, beternak, nelayan, UMKM, koperasi, BUMDes, pelaku logistik, yayasan, dan ribuan mitra penyelenggara di seluruh Indonesia," kata Dudung.
iDoPress berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung iDoPress Plus sekarang