Hubungi kami

Mendikdasmen Bicara Budaya Demokrasi: Keterbukaan, Menerima, Adil, dan Kesatria

2026-08-07 HaiPress

JAKARTA, iDoPress - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti menekankan pentingnya budaya demokrasi.

Budaya demokrasi itu ditekankannya, karena terdapat pihak yang menganut demokrasi, tetapi pada praktiknya tidak demokratis.

"Democracy as a culture, demokrasi sebagai budaya. Karena ada sistemnya demokrasi, tapi praktiknya tidak demokratis. Sehingga dalam budaya demokratis itu, pertama ada openness, ada keterbukaan," ujar Mu'ti dalam Seminar Nasional Pendidikan Demokrasi yang digelar Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem), dikutip dari siaran Youtube Perludem, Jumat (7/8/2026).

Ia melanjutkan bahwa dalam budaya demokrasi dibutuhkan keterbukaan dalam pikiran dan sikap masyarakatnya.

Menurut Sekretaris Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah itu, dalam demokrasi terdapat perbedaan pilihan yang akhirnya meniscayakan keterbukaan.

Setelah keterbukaan, ada acceptance atau penerimaan. Mu'ti menjelaskan bahwa dalam budaya demokrasi harus dapat menerima mereka yang berbeda pilihan.

"(Ketiga) Fairness ada keadilan. Dan kemudian yang berikutnya yang keempat adalah budaya di mana kita itu memiliki sikap untuk, saya menyebutnya dengan kalau gentleman (sikap kesatria)," ujar Mu'ti.

Ia mengatakan bahwa sikap kesatria juga harus diterapkan dalam budaya demokrasi, di mana semua pihak siap menang maupun kalah.

Oleh karena itu, dalam budaya demokrasi diperlukan sikap yang fair. Namun, ia menyayangkan bahwa praktik-praktik tersebut belum tumbuh.

"Karena ada realitas di mana demokrasi sekali lagi dimaknai sebatas election dan sebatas power competition, yang kadang-kadang untuk power competition itu orang menghalalkan segala macam cara," ujar Mu'ti.

Demokrasi yang dipandang sebatas kompetisi itulah yang dinilainya masih menjadi masalah demokrasi di Indonesia.

Hal tersebutlah yang kemudian menimbulkan jual beli suara di negara-negara yang menerapkan sistem demokrasi.

"Yang ini sebenarnya sama sekali tidak sesuai dengan nilai, tidak sesuai dengan sikap dasar, dan mengapa demokrasi itu menjadi pilihan sistem," ujar Mu'ti.

"Dalam pandangan saya, demokrasi itu akan bisa tumbuh ketika empat dimensi ini semuanya ada. Dan inilah yang perlu kita bangun," sambungnya.

iDoPress berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung iDoPress Plus sekarang

Penafian: Artikel ini direproduksi dari media lain. Tujuan pencetakan ulang adalah untuk menyampaikan lebih banyak informasi. Ini tidak berarti bahwa situs web ini setuju dengan pandangannya dan bertanggung jawab atas keasliannya, dan tidak memikul tanggung jawab hukum apa pun. Semua sumber daya di situs ini dikumpulkan di Internet. Tujuan berbagi hanya untuk pembelajaran dan referensi semua orang. Jika ada pelanggaran hak cipta atau kekayaan intelektual, silakan tinggalkan pesan kepada kami.
©hak cipta 2009-2020 Pendidikan Online Yaxing    Hubungi kami SiteMap