Hubungi kami

Kasus ISPA di Tangsel Tembus 124.688, Pemkot Gencarkan Ngider Sehat

2026-08-13 HaiPress

TANGERANG SELATAN, iDoPress – Kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di Kota Tangerang Selatan (Tangsel)melonjak 3.832 jadi 4.591 pada Agustus 2026.

Berdasarkan data Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons (SKDR) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tangsel hingga pekan kedua Agustus 2026, total kasus ISPA tercatat telah menembus angka 124.688 kasus.

Wakil Wali Kota Tangerang Selatan, Pilar Saga Ichsan mengatakan ada kenaikan sekitar 19 persen dalam kasus ISPA akibat dampak cuaca panas dan kemarau.

"Iya betul, di Tangsel sedang ada peningkatan kasus ISPA di musim kemarau panjang. Dalam dua minggu terakhir ada kenaikan sekitar 19 persen kasus," ujar Pilar saat dikonfirmasi melalui Pesan Whatsapp, Kamis (13/8/2026).

Pilar menambahkan, berdasarkan Laporan Dinas Kesehatan Kota Tangsel, kelompok usia dewasa menjadi populasi yang paling banyak mendominasi angka penularan atau temuan kasus tersebut.

Tak hanya ISPA, kemarau panjang ini juga memicu tren kenaikan pada penyakit lainnya.

"Selain ISPA, ada peningkatan kasus demam tifoid dan pneumonia juga di masyarakat," kata Pilar.

Lintas Dinas Bergerak, "Ngider Sehat" Digencarkan

Guna menekan laju lonjakan kasus, Pilar menyebut Pemerintah Kota (Pemkot) Tangsel telah menginstruksikan langkah kolaboratif antar-dinas terkait.

Langkah pencegahan dilakukan mulai dari imbauan pola hidup bersih dan sehat (PHBS), pengetatan pencegahan pembakaran sampah, hingga pengendalian kendaraan beremisi tinggi.

Di sisi pelayanan kesehatan masyarakat dasar, Pemkot Tangsel mengoptimalkan peran program keberlanjutan yakni 'Tim Ngider Sehat'.

"Tim Ngider Sehat di setiap kelurahan kami gencarkan untuk melakukan pemeriksaan secara door to door (dari rumah ke rumah)," tutur Pilar.

Program yang telah berjalan dalam kurun waktu 3 hingga 4 tahun terakhir ini mengerahkan tim medis yang terdiri dari dokter, perawat, atau bidan dari puskemas terdekat.

Petugas berkeliling menggunakan sepeda motor dinas dan membawa perlengkapan medis lengkap.

"Satu kelurahan ada dua tim Ngider Sehat yang dilengkapi motor dinas dan peralatan pemeriksaan. Mereka keliling setiap hari mengunjungi dan memeriksa warga," tuturnya.

Pilar menegaskan bahwa seluruh layanan pemeriksaan serta tindakan medis awal dari Tim Ngider Sehat ini tidak dipungut biaya alias gratis.

Apabila dalam pemeriksaan di lapangan ditemukan warga yang membutuhkan penanganan lebih lanjut, petugas akan langsung memberikan rujukan ke Puskesmas atau Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) terdekat.

iDoPress berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung iDoPress Plus sekarang

Penafian: Artikel ini direproduksi dari media lain. Tujuan pencetakan ulang adalah untuk menyampaikan lebih banyak informasi. Ini tidak berarti bahwa situs web ini setuju dengan pandangannya dan bertanggung jawab atas keasliannya, dan tidak memikul tanggung jawab hukum apa pun. Semua sumber daya di situs ini dikumpulkan di Internet. Tujuan berbagi hanya untuk pembelajaran dan referensi semua orang. Jika ada pelanggaran hak cipta atau kekayaan intelektual, silakan tinggalkan pesan kepada kami.
©hak cipta 2009-2020 Pendidikan Online Yaxing    Hubungi kami SiteMap